Pengertian Agama Menurut Para Ahli dan KBBI

Pengertian Agama Menurut Para Ahli dan KBBI | Agama dari segi etimologi terdiri atas dua kata dari bahasa sansekerte yaitu A dan Gama. A berarti tidak dan Gama itu berarti kacau jadi agama adalah tidak kacau. Agama pada dasarnya adalah sikap dasar manusia yang seharusnya kepada Tuhan.

Agama mengungkapkan akan diri di dalam sembah dan bakti sepenuh hati hanyalah kepada Tuhan. Berbeda dengan iman yang memang didasarkan pada pewahyuan Tuhan, agama sebenarnya adalah hasil usaha dari manusia, yang telah dikembangkan dalam rangka untuk mengatur berbagai hal yang berhubungan dengan pengungkapan iman. Dengan demikian agama itu tidak sama dengan iman, karena seseorang yang beragama barulah merupakan sebuah awal dari perjalanan panjang yang mesti dilaluinya dalam mengarungi dunia rohani yang tiada batasnya. Disebutkan tiada batasnya karena yang namanya perjalanan rohani terutama yang berhubungan dengan sesuatu yang gaib atau transenden. Iman menjadi sebuah tanggapan atau jawaban manusia atas perwahyuan dari Tuhan; sedangkan bagaimana dengan jawaban manusia ini akan dikembangkan, diteruskan dan disebarluaskan secara turun-temurun didalam berbagai kegiatan kerohanian, itulah yang sudah diatur dalam agama. Jadi agama itu lebih menjadi suatu lembaga atau wadah yang mempersatukan dan mengatur segala aktivitas yang berhubungan dengan penghayatan dan pengungkapan iman kepada Tuhan. Dengan pengertian tersebut maka tidak berarti yang namanya agama yang hanya berhubungan dengan hal yang mengarah vertikal saja sementara untuk aspek horizontalnya atau hubungan kepada sesama itu diabaikan.

Agama sangat jelas dilihat mempunyai ciri sosial yang sangat begitu luas dan sangat dalam. Agama adalah sebuah ruang tempat atau institusi dan penghayatan atas dimensi sosial yang dari iman kepada Tuhan.

Pengertian Agama Menurut Para Ahli dan KBBI

pengertian agama
Berikut terdapat pengertian agama menurut para ahli berdasarkan pengkajian ilmiahnya:

“Pengertian agama menurut Thomas F.O. Dea menggunakan definisi yang banyak dipakai didalam teori fungsional. Agama adalah suatu pendayagunaan terhadap sarana-sarana supra-empiris untuk maksud-maksud nonempiris atau supra empiris. ” Dalam definisi tersebut sangat terasa bahwa pendayagunaan sarana-sarana supra empiris itu hanya semata-mata ditujukan untuk kepentingan supra empiris saja. Seakan-akan orang yang beragama hanyalah perlu mementingkan kebahagiaan akhirat dan lupa akan kebutuhan mereka yang ada di dunia mereka sekarang ini. Hal tersebut tidak sesuai dengan pengalaman. Banyak orang yang telah berdoa kepada Tuhan untuk kebutuhan sehari-hari yang dirasa tidak akan tercapai hanya dengan mengandalkan kekuatan manusia sendiri. Misalnya menjelang ujian maka banyak anak sekolah berdoa untuk bisa lulus ujian. Tidak sedikit orang yang memohon Misa Kudus untuk meraih keberhasilan dalam usaha. Sedang keluarga yang anggotanya sedang ditimpa sakit akan memohon kesembuhan.

Masalah “yang terakhir” memang sangat banyak menarik perhatian para ahli Sosiologi agama. J. Milton Yinger melihat bahwa agama sebagai suatu sistem kepercayaan dan praktek dengan nama suatu masyarakat atau kelompok manusia yang berjaga-jaga untuk menghadapi masalah yang terakhir dari hidup ini. Dunlop punya pendirian yang senada. ia melihat bahwa agama sebagai sarana terakhir yang akan sanggup menolong manusia bilamana instansi lainnya gagal tidak berdaya. Maka ia kemudian merumuskan agama menjadi suatu institusi atau bentuk kebudayaan yang akan menjalankan fungsi pengabdian untuk umat manusia untuk mana tak tersedia suatu institusi lain atau yang untuk penanganannya tidak cukup dipersiapkan oleh lembaga lain.

Bagi Joachim Wach aspek yang butuh diperhatikan dengan khussu ialah pertama unsur teoretisnya, bahwa agama adalah sistem kepercayaan. Kedua, unsur praktis bahwa agama adalah suatu sistem kaidah yang dapat mengikat yang menjadi penganutnya. Ketiga, pada aspek sosiologisnya bahwa agama memiliki hubungan dan interaksi sosial. Pada hematnya bahwa jika salah satu unsur tersebut tidak terpenuhi maka orang tersebut tidak bisa berbicara mengenai agama, akan tetapi hanya ada kecenderungan religius.

Didalah hubungan ini dapat kita pertanyakan mengenai apakah sejumlah “isme” yang telah dikenal secara luas yaitu agama. Jelasnya yaitu: Komunisme, Sekularisme, Nasionalisme, Kebatinan, kepercayaan terhadap ratu adil dan lain-lain. Atas segala pertanyaan dari para sarjana yakni Elisabeth Nothingham kemudian menjawab bahwa “isme-isme” yang ada diatas bisa dimasukkan dalam kategori pengertian agama, tapi dengan catatan bahwa itu semua bukanlah agama “supra-empiris”(Agama wahyu) akan tetapi itu hanyalah “agama sekular”

Menurut Nikolas Luhmann, bahwa aspek yang mesti diperhatikan mengenai definisi agama adalah pada aspek fungsionalnya. Dia melihat bahwa agama terutama menjadi sebagai suatu cara dengan memiliki nama atas suatu fungsi yang khas dimana dimainkan didalam situasi evolusioner yang dapat berubah secara terus menerus.

Pengertian agama menurut Parsons dan Bellah bahwa agama adalah suatu tingkat yang paling tinggi dan terpaling umum dari kebudayaan manusia.

Pengertian agama menurut Anthony F.C . Wallace bahwa agama adalah sebagai perangkat upacara yang diberikan rasionalisasi melalui adanya mitos dan menggerakkan sebuah kekuatan supranatural dengan memiliki maksud agar dapat tercapainya perubahan kondisi pada alam semesta dan manusia.

Pengertian Agama menurut Luckmann bahwa agama adalah suatu kemampuan organisme manusia agar bisa mengangkat alam biologisnya dapat melalui pembentukan alam-alam maknawi yang objektif, mempunyai daya ikat moral dan serba melingkupi.

Pengertian agama menurut KBBI bahwa agama adalah suatu sistem yang telah mengatur segala tata keimanan atau kepercayaan dan peribadatan kepada hanya untuk Tuhan yang maha kuasa beserta kaidahnya berkaitan dengan adanya pergaulan manusia kepada manusia yang lainnya.

Baca juga:

Demikianlah pengertian agama menurut para ahli. Semoga apa yang disampaikan diatas memiliki manfaat dalam menambah wawasan mengenai pengertian agama. Meskipun agak sedikit kontroversi bahasanya, mohon dimaafkan. Kemudian adapun referensi bacaan diatas berasal dari Buku Sosiologi Agama yang dikarang oleh Drs. D. HendroPuspito, O.C. Penerbit Kanisius. Jakarta. 1983 dan Buku Islam, Kemodernan, dan Keindonesian yang dikarang oleh Nurcholis Majid pada tahun 2008, Bandung. Penerbit PT mizan pustaka.

Pengertian Agama Menurut Para Ahli dan KBBI | Fajar | 4.5